Dua Kubu Saling Berebut Kasus simulator
SIM dan Timnas
Saya Ambil cuplikan berita tentang Kasus Simulator SIM dan Timnas Harus ada Satu, disini bisa kita lihat Dua Kubu Saling Berebut. Untuk itu saya beri judul artikel ini ''Dua Kubu Saling Berebut''.
Kasus simulator
SIM
Dukungan kepada KPK terus mengalir. Kemarin,
belasan aktivis'' anti-korupsi menyambangi kantor KPK di Kuningan, Jakarta
Selatan. Mereka menyampaikan dukungan kepada KPK dan keprihatinan terhadap
upaya pelemahan terhadap lembaga anti-rasuah. Selain itu, mereka juga
menyatakan dukungannya kepada KPK untuk menuntaskan penanganan kasus dugaan
korupsi pengadaan simulator SIM.
Para aktivis itu antara lain, Usman Hamid, pakar komunikasi politik UI Effendy
Ghazali, anggota Fraksi PKB Effendy Choirie, Romo Benny Susetyo, Anita Wahid,
Bambang Widodo Umar, Eep Saifullah Fatah, mantan anggota HAM MM Billah, Yenti
Ganarsih, Todung Mulya Lubis dan Teten Masduki.
Para aktivis itu datang kompak mengenakan pakaian hitam-hi-tam. Selain itu,
memakai ikat kepala warna hitam. Dan membawa puluhan pamflet bertuliskan Save
KPK.
Mereka datang pukul 14.45 WIB. Kedatangan para aktivis diterima langsung
Ketua KPK, Abraham Samad. Suasana di KPK terasa ramai. Karena sebagian aktivis
di luar gedung bernyanyi mendukung KPK. Mereka mendendangkan lagu Garuda di
Dadaku yang liriknya diubah menjadi KPK di Dadaku.
Usman Hamid mengatakan, dukungan kepada KPK bukari hanya dari para aktivis
yang datang ini saja. Namun juga dari ribuan masyarakat. Dalam kesem-patan ini,
pihaknya menyampaikan 6000 petisi yang ditanda tangani masyarakat yang isinya
mendukung KPK menangani kasus simulator SIM.
Diungkapkapkannya, 6.000 petisi tersebut juga akan disampaikan ke Presiden,
Kejagung dan Kapolri.
"Pernyataan Jaksa Agung Basrief Arief yang menyatakan KPK berhak
menyidik kasus ini sesuai UU sudah sangat tepat. Tinggal diwujudkan dalam
tindakan yang nyata," kata Usman.
Anita Wahid, putri Presiden RI Abdurrahmad Wahid, menyesalkan Polri sampai sekarang
enggan menyerahkan penanganan kasus simulator SIM ke KPK. Dia menilai, secara
tidak langsung sikap kepolisian itu melemahkan KPK. Apalagi korps Bhayangkara
menarik sejumlah penyidiknya.
Dukungan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak hanya datang dari
eksternal tapi juga dari dalam lembaga itu sendiri. Pegawai KPK kemarin juga
memakai baju hitam.
Novi, pegawai KPK, mengatakan, dia memakai pakaian serba hitam karena satu
malam sebelumnya mendapat pesan berantai dari layanan Blackberry Massanger dan
email untuk mengenakan baju berwarna hitam untuk mendukung KPK. "Karena
dapat informasi itu saya memakai baju hitam," kata Novi.
Ketua Wadah Pegawai KPK, Nanang Farid Syam, menuturkan, imbauan memakai
baju berwarna hitam dilakukan untuk mengapresiasi dukungan masyarakat yang
mendukung KPK.
"Kita dapat dukungan dari dari rakyat. Masa kita tidak mendukung aksi
mereka," kata Nanang.
Selain para aktivis, pemuka agama dan tokoh nasional beberapa hari lalu
mendatangi KPK menyampaikan dukungannya. Mereka antara lain Rektor UIN Jakarta
Komaruddin Hidayat, pakar hukum pidana JE Sahetapy, pakar hukum internasional
Hikmahanto Juwana, budayawan Taufiq Ismail, dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU)
Salahuddin Wahid.
Sumber : Rakyat
Merdeka, 5 Oktober 2012
Sudah diputuskan bahwa
timnas hanya ada satu
Monday, 24 September 2012 13:34
Beritabola.com Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Andi
Mallarangeng menyambut baik hasil rapat Joint Committee (JC) di Kuala Lumpur, Malaysia.
Diharapkan semua pihak bisa menjalankan
butir-butir kesepakatan secara konsekuen.
Pada rapat kedua yang digelar di Malaysia Kamis (20/9) lalu, JC menelurkan
beberapa butir keputusan. Pertama, komite bersepakat untuk membentuk satu liga
profesional pada 2014. Untuk musim kompetisi 2013 dianggap sebagai fase pra
kualifikasi yang memperbolehkan IPL dan ISL bergulir.
Kedua, JC bersepakat untuk mengembalikan empat anggota Komite Eksekutif yang
telah dipecat oleh Komite Etik PSSIpada kedudukannya semula. Ketiga, AFC Task
Force menegaskan bahwa AFC dan FIFA hanya mengaku satu timnas di bawah kendali
PSSI.
Keempat, JC menunjuk badan pekerja untuk merumuskan revisi statuta PSSI. Dan
kelima, komite sepakat mengelar kongres PSSI sebelum akhir tahun 2012.
Andi mengatakan, dirinya menyambut baik hasil rapat tersebut. Ia berharap tidak
ada lagi beda pandangan terkait keputusan Joint Committee itu baik dari pihak
PSSI dan KPSI.
"Saya menyambut baik hasil JC. Ada poin-poinnya. Saya sangat apresiasi
sekali JC sudah menjalankan tugasnya. Saya harap butir-butir putusan itu dapat
dijalankan secara konsekuen. Kalau ada perbedaan pendapat, duduklah
bersama-sama dengan semangat rekonsiliasi," ujar Menpora di kantornya,
Jakarta, Senin (24/9/2012).
"Terutama masalah timnas, sudah diputuskan bahwa timnas hanya ada satu.
Dengan begitu, timnas akan menjadi kuat kembali. Pemain-pemain terbaik,
dari liga manapun dapat memperkuat timnas," sambung Andi.
(dtc/a2s) Sumber: detiksport